Penulis: Drs. Kusor M.Si., Dr. Datuk Imam Marzuki
ISBN: 978-634-7780-34-8
Cetakan: Pertama, Agustus 2026/Rabiul Awal 1448 H
Halaman & Ukuran: x + 102 hlm, UNESCO (15,5 cm x 23 cm)
Harga Buku: Rp,-
Cetakan: Pertama, Agustus 2026/Rabiul Awal 1448 H
Halaman & Ukuran: x + 102 hlm, UNESCO (15,5 cm x 23 cm)
Harga Buku: Rp,-
Deskripsi Buku: Masyarakat Melayu agraris memiliki kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dari lingkungan alam, tanah, pertanian, hubungan kekerabatan, adat istiadat, serta nilai-nilai Islam yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks tersebut, masyarakat Melayu tidak hanya dipahami sebagai kelompok etnik, tetapi juga sebagai masyarakat yang membangun kehidupan sosial melalui hubungan yang erat antara keluarga, tetangga, petani, pedagang, dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Identitas Melayu juga tercermin melalui bahasa, tradisi, kehidupan sosial, serta nilai-nilai yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
Buku ini membahas masyarakat Melayu agraris dari berbagai sisi. Pada bagian awal, pembahasan diarahkan pada masyarakat Melayu agraris dan potensi lokal, termasuk transformasi sosial, perubahan pola konsumsi, potensi daun pisang, kehidupan ekonomi petani daun pisang, serta kehidupan petani dalam perspektif antropologi sosial. Pembahasan tersebut menjadi dasar untuk memahami hubungan antara masyarakat, lingkungan, dan sumber daya lokal yang menopang kehidupan mereka.
Selanjutnya, buku ini membahas jejak sejarah dan kehidupan masyarakat Melayu melalui perspektif antropologi sosial. Pembahasan mencakup kehidupan ekonomi petani dan produksi subsisten, pertukaran dalam perekonomian tradisional, pasar sebagai pranata ekonomi dan sosial, masyarakat Melayu dalam perspektif antropologi sosial, teori hubungan patron-klien, serta kajian literatur mengenai masyarakat Islam Melayu agraris. Pembahasan tersebut memperlihatkan bahwa kehidupan ekonomi masyarakat tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan erat dengan nilai sosial, hubungan antarmanusia, serta pranata yang berkembang dalam masyarakat.
Pembahasan kemudian diarahkan pada tanah, pertanian, dan potensi kehidupan masyarakat Melayu. Kondisi lingkungan alam, jumlah dan pendidikan penduduk, mata pencaharian, kehidupan sosial, sejarah asal-usul penduduk dan desa, serta kedudukan etnik Melayu sebagai petani menjadi bagian penting dalam memahami kehidupan masyarakat. Salah satu potensi lokal yang mendapat perhatian khusus adalah tanaman pisang batu dan pemanfaatan daunnya. Pengolahan lahan, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, perawatan, hingga pemanenan daun pisang menjadi bagian dari pengalaman kehidupan agraris masyarakat.
Daun pisang dalam kehidupan masyarakat bukan hanya merupakan hasil pertanian, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, buku ini memberikan perhatian khusus terhadap petani daun pisang, tauke, dan kehidupan sosial ekonomi. Pembahasan mencakup sistem pemasaran daun pisang, kondisi sosial ekonomi petani, konsumen dan produk daun pisang, perkembangan harga, keadaan petani, pendapatan petani, serta berbagai bentuk hubungan antara petani dan tauke. Hubungan tersebut tidak hanya berlangsung dalam kegiatan ekonomi, tetapi juga berkembang dalam hubungan sosial, kekerabatan, ketetanggaan, dan kehidupan sehari-hari.
Hubungan petani dengan tauke menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan masyarakat yang dibahas dalam buku ini. Hubungan tersebut memperlihatkan adanya saling membutuhkan antara kedua belah pihak. Di satu sisi, petani membutuhkan tempat untuk menjual hasil pertaniannya dan membutuhkan bantuan ketika menghadapi kesulitan ekonomi. Di sisi lain, tauke membutuhkan hasil pertanian petani untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dalam kehidupan masyarakat Melayu, hubungan tersebut juga dipengaruhi oleh hubungan kekerabatan, ketetanggaan, rasa saling percaya, serta nilai tolong-menolong yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.
Pada bagian akhir, buku ini membahas warisan kehidupan agraris dan masa depan masyarakat Melayu. Kehidupan petani pisang batu dan hubungannya dengan tauke, sistem pemasaran daun pisang, ketergantungan petani terhadap tauke, serta kehidupan sosial ekonomi petani Melayu menjadi bagian dari refleksi mengenai keberlangsungan kehidupan agraris masyarakat. Kehidupan petani daun pisang menunjukkan bahwa faktor sosial dan ekonomi memberikan penjaminan dan kepastian terhadap kebutuhan subsisten dan kebutuhan lainnya bagi kaum tani.
Isi formulir ini bagi Anda yang ingin menerbitkan buku di Kami |
Informasi mengenai biaya penerbitan ISBN resmi terdaftar di Perpusnas dan Internasional (mulai harga Rp300.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin mengkonversi karya ilmiah menjadi sebuah buku referensi/monograf ber-ISBN (mulai harga Rp500.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin membuat HaKI di Kami (mulai harga Rp350.000,-) |
Informasi untuk Anda yang ingin buku terbitannya terindeks di Google Books sehingga mudah di-sitasi dan dibaca secara global (mulai harga Rp100.000,-) |
Informasi untuk Anda yang memiliki artikel ilmiah (Jurnal, Buku, Skripsi, Tesis, & Disertasi dll), dan ingin ditambah sitasinya sehingga H-Index Google Scholar Anda naik (mulai harga Rp20.000,-) |
Informasi untuk Anda yang memiliki artikel bebas, opini, catatan akademik/kuliah, Skripsi, Tesis, Disertasi dll, dan ingin terindeks Google Scholar secara otomatis (tidak manual) sehingga mudah di-sitasi dan dibaca secara global (mulai harga Rp50.000,-) |
Hubungi narahubung Kami untuk pembelian buku-buku terbitan Kami |


0 Comments