Sejarah Peradaban Islam

Penulis: Dr. Usman, S.Ag, M.Hum., M.M.
ISBN: xxx-xxx-xxxx-xx-x
Cetakan: Pertama, September 2026/Rabiulakhir 1448 H
Halaman & Ukuran: xii + 634 hlm, UNESCO (15,5 cm x 23 cm)
Harga Buku: Rp99.999,-
Deskripsi Buku: Secara akademis, pengajaran sejarah peradaban Islam di berbagai perguruan tinggi kerap kali menghadapi tantangan epistemologis ganda. Di satu sisi, terdapat kecenderungan romantisisme historis yang menempatkan sejarah masa lalu Islam secara apologetis dan anakronistis semata-mata sebagai objek pemujaan kejayaan masa lalu (tasyri' al-madhi), tanpa disertai telaah kritis terhadap keterbatasan sosio-historis, dinamika kekuasaan, dan kontradiksi struktural internalnya. Di sisi lain, bayang-bayang paradigma orientalisme klasik yang bercorak Eurosentris masih sering menyusup ke dalam buku teks modern, memandang peradaban Islam sebatas transmisi periferal warisan Helenisme Yunani kuno atau menggambarkannya sebagai masyarakat teokratis yang statis dan terbelakang sejak abad pertengahan (Al-Azmeh, 2017). Kelemahan metodologis ini menghambat lahirnya pemahaman historis yang objektif, integratif, dan emansipatoris di kalangan mahasiswa.
Buku ajar ini hadir sebagai respons ilmiah untuk menjembatani jurang kelemahan metodologis tersebut. Melalui penelusuran yang berpijak pada standar rigoritas akademik, buku ini merekonstruksi lintasan peradaban Islam bukan sekadar sebagai deretan kronologi kemenangan militer atau konflik suksesi elit penguasa semata, melainkan sebagai sebuah proses evolusi kebudayaan material dan intelektual (tamaddun dan hadharah) yang dinamis. Penulis menempatkan sejarah Islam dalam dialog erat dengan konteks Late Antiquity dunia Mediterania, Asia Barat, dan Samudera Hindia. Dengan mendudukkan masyarakat Muslim sebagai aktor sejarah yang aktif (historical agents), teks ini memperlihatkan bagaimana doktrin teologis tauhid diterjemahkan secara kreatif menjadi pranata hukum, tatanan perkotaan, tradisi keilmuan empiris, korpus arsitektur monumental, dan tata kelola moneter-birokrasi yang berdaya tahan tinggi (Ahmed, 2016).
Dalam dimensi pedagogis, buku ajar ini disusun berdasarkan kerangka Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang berorientasi pada Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Penulis merancang setiap bab dengan alur didaktik yang terukur dan bertingkat. Materi dipaparkan melalui analisis naratif yang padat, menghindari deskripsi dangkal, serta secara konsisten menyajikan perbandingan sudut pandang antara karya para sejarawan Muslim klasik—seperti Ibnu Jarir at-Thabari, Al-Baladzuri, Ibnu Katsir, dan Ibnu Khaldun—dengan analisis kritis para sarjana sejarah kontemporer kelas dunia seperti Marshall G. S. Hodgson, Ira M. Lapidus, Albert Hourani, dan Aziz Al-Azmeh. Melalui format sajian semacam ini, mahasiswa dibimbing untuk memiliki kemandirian epistemik dalam membaca dokumen primer, mengidentifikasi bias historiografi, serta menyusun sintesis argumen sejarah secara sistematis dan logis.

AFANIN MEDIA UTAMA