Penulis: Dr. Budiyono Santoso S.E., M.E.
ISBN: 978-634-7780-75-1
Cetakan: Pertama, Oktober 2026
Halaman & Ukuran: xii + 186 hlm, UNESCO (15,5 cm x 23 cm)
Harga Buku: Rp-,-
Cetakan: Pertama, Oktober 2026
Halaman & Ukuran: xii + 186 hlm, UNESCO (15,5 cm x 23 cm)
Harga Buku: Rp-,-
Deskripsi Buku: Pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan Islam yang memiliki akar sejarah kuat dalam perjalanan bangsa Indonesia. Selama berabad-abad, pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan agama dan pembentukan karakter, tetapi juga menjadi ruang pengabdian, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan nilai-nilai kemandirian. Dalam dinamika kehidupan modern yang ditandai oleh perubahan teknologi, persaingan ekonomi, dan tantangan globalisasi, pesantren dituntut untuk terus memperkuat perannya, termasuk dalam membangun kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Kemandirian ekonomi pesantren bukan semata-mata persoalan memperoleh keuntungan atau mengembangkan unit usaha. Lebih dari itu, kemandirian ekonomi merupakan ikhtiar untuk memperkuat keberlangsungan pendidikan, meningkatkan kesejahteraan santri dan masyarakat, membuka kesempatan kerja, serta mengurangi ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal. Oleh karena itu, pengembangan usaha di lingkungan pesantren perlu dirancang secara terarah dengan tetap menjaga nilai-nilai spiritual, integritas moral, dan tujuan utama pendidikan Islam.
Buku ini hadir dengan gagasan pesantrenpreneurship, yaitu pendekatan kewirausahaan yang mengintegrasikan semangat berusaha, nilai-nilai Islam, pendidikan karakter, dan pemberdayaan sosial. Pesantrenpreneurship tidak menempatkan aktivitas ekonomi sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk mewujudkan kemaslahatan, memperkuat kemandirian, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat dan bangsa. Dalam perspektif ini, keberhasilan usaha tidak cukup diukur melalui besarnya pendapatan dan keuntungan, tetapi juga melalui kualitas proses, keadilan dalam transaksi, kebermanfaatan sosial, serta keberlanjutan nilai-nilai yang diperjuangkan.
Salah satu gagasan utama yang dikembangkan dalam buku ini adalah model TAWADHU, yang mengintegrasikan lima pilar nilai dalam pengembangan pesantrenpreneurship, yaitu Tauhid, Tarbiyah, Wathaniyah, Dakwah, dan Hamasatul Jihad, dengan Uswah sebagai prinsip keteladanan yang memperkuat penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dan kepemimpinan pesantren. Kelima pilar tersebut menjadi landasan konseptual untuk membangun kewirausahaan yang tidak terlepas dari orientasi ketuhanan, proses pendidikan, tanggung jawab kebangsaan, pengabdian melalui dakwah, dan semangat perjuangan. Sementara itu, uswah menegaskan pentingnya keteladanan dalam menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi perilaku nyata. Keseluruhan unsur ini diarahkan untuk membentuk ekosistem kewirausahaan pesantren yang berintegritas, profesional, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Pembahasan dalam buku ini disusun secara bertahap dalam enam belas bab. Bab pertama menguraikan posisi strategis pesantren dalam sejarah bangsa, tantangan ekonomi yang dihadapi, serta kebutuhan untuk beralih dari ketergantungan menuju kemandirian. Bab kedua membahas konsep pesantrenpreneurship dan karakteristiknya sebagai bentuk kewirausahaan yang berlandaskan nilai. Bab ketiga hingga bab kedelapan mengembangkan fondasi filosofis dan nilai melalui tauhid, tarbiyah, wathaniyah, dakwah, hamasatul jihad, dan uswah.
Selanjutnya, bab kesembilan mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam model TAWADHU sebagai kerangka konseptual pesantrenpreneurship. Bab kesepuluh dan kesebelas membahas pesantren sebagai ekosistem ekonomi yang membutuhkan tata kelola, akuntabilitas, transparansi, manajemen risiko, serta profesionalisme. Bab kedua belas dan ketiga belas menguraikan strategi inovasi usaha, pengembangan potensi ekonomi, digitalisasi, pengelolaan keuntungan, dan distribusi manfaat ekonomi maupun sosial. Adapun bab keempat belas dan kelima belas menyajikan strategi implementasi, penguatan jejaring, kolaborasi, dan relevansi pesantrenpreneurship dalam menghadapi perubahan zaman. Pada akhirnya, bab keenam belas mengajak pembaca untuk melihat pesantren bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, melainkan juga sebagai salah satu penggerak pembangunan ekonomi yang berlandaskan nilai, kemanusiaan, dan keadilan sosial.
Melalui pembahasan tersebut, buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan kewirausahaan di lingkungan pesantren. Bagi pengasuh dan pimpinan pesantren, buku ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan unit usaha. Bagi para santri dan alumni, buku ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa semangat kewirausahaan dapat berjalan seiring dengan pendalaman ilmu agama, pembentukan akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi akademisi, peneliti, praktisi bisnis, serta pemangku kebijakan, buku ini dapat menjadi bahan diskusi dan rujukan konseptual dalam merancang model pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren yang lebih terarah dan berkelanjutan.
AFANIN MEDIA UTAMA ISLAMOLOGICS Daftar Topik Artikel - Econologic - Ahkamologic - Falsafalogic - Politicologic - Quranulogic - Hadisulogic - Tarikhulogic - Educologic - Psikologic BAIT SYARIAH INDONESIA Kajian Keilmuan: Akidah, Tafsir/Alquran, Hadis, Fikih, Tarikh, Filsafat, Mantik, Tasawuf, Mawaris/Faraidh, Hukum, Ekonomi, Politik, Psikologi, Pengetahuan Umum, & Tata Bahasa (Arab & Inggris) Bimbingan Kuliah di Luar Negeri: Mesir, Tunisia, Yaman, Maroko, Arab Saudi, Sudan, Yordania, Malaysia, Turki, Brunei Darussalam NARAHUBUNG: Klik Disini |


0 Comments